Rabu, 10 Oktober 2012

Empat Modus Penipuan di Facebook

Facebook merupakan jejaring sosial terbesar saat ini dengan "penduduk" lebih dari 800 juta akun. Setiap harinya, Facebook dikunjungi 400 juta pengguna yang tanpa henti menekan tombol "like" dan mem-posting update status.

Facebook tidak hanya menjadi media utama untuk berbagi ide dan berinteraksi dengan teman-teman, tetapi menjadi tempat serangan yang diminati oleh setiap penjahat dunia maya.

Dengan mengambil keuntungan dan kepercayaan pengguna di dalam hubungan jaringan mereka, pelaku dunia maya menyebarkan kode berbahaya dan mengirim pesan spam menggunakan trik rekayasa sosial untuk menyebarkan pesan mereka ke ribuan pengguna yang lengah.

Berikut adalah empat penipuan paling umum di Facebook:

1. Like/Berbagi Umpan
Jenis: Rekayasa sosial
Hasil: Pengguna menyukai link

Suka atau berbagi umpan yang terjadi ketika seorang hacker bertindak sebagai sumber yang dapat dipercaya dan meminta pengguna mengklik "like" pada halaman update, foto, video, atau status untuk mengakses konten khusus (biasanya sensasional).

Ketika user mengklik tombol "like", kemungkinan diarahkan untuk survei yang mengharuskan user untuk mengisi beberapa informasi pribadi, mendaftar untuk layanan berlangganan, atau bahkan mereka mem-posting link beberapa kali di Facebook.

2. 'Like' Clickjacking
Jenis: Social engineering/penipuan
Hasil: Pengguna menyukai link

"Like" clickjacking terjadi ketika hacker menyajikan kepada tampilan sebuah video dengan sebuah tombol "bermain" sederhana, tapi sebenarnya ada sebuah frame yang tidak terlihat pada halaman dengan tombol tersembunyi "like".

Ketika pengguna "like" halaman tersebut, posting status update muncul di dinding user yang lainnya, menyebabkan teman-teman mereka penasaran dan tergoda untuk mengunjungi halaman tersebut.

3. Tagging
Jenis: Spam
Hasil: Sebuah pesan spam yang ditampilkan

Tagging terjadi ketika pengguna meng-upload iklan atau foto dan kemudian ditandai kepada serangkaian orang secara acak. Jika pengaturan pengguna memungkinkan untuk memberitahukan ketika pengguna ditandai, pengguna akan menerima e-mail yang meminta untuk melihat gambar. Orang-orang yang ditandai dan teman-temannya mengklik yang sudah ditandai dan diarahkan kepada spam.

4. Phishing
Jenis: Rekayasa Sosial
Hasil: Dapat membaca dan mengendalikan akses ke akun user

Phishing adalah pesan palsu yang memberitahukan pengguna bahwa akun Facebook mereka ditangguhkan, atau mengambil bentuk dari permintaan pertemanan yang ditunda. Bila pengguna mengklik pada link tersebut, hal tersebut akan membawa user ke halaman login palsu untuk informasi akun pengguna.

Halaman login palsu akan merekam user ID dan password, kemudian menggunakannya untuk mendapatkan akses yang tidak terbatas ke akun pengguna, dan memungkinkan akan mendapatkan informasi yang terperinci ke dalam password pengguna untuk kegiatan online lainnya seperti internet banking.

Pencegahan

Setelah mengetahui modus-modus penipuan yang mungkin dilakukan oleh para penjahat internet, diharapkan pengguna Facebook dapat terhindar dari hal-hal yang merugikan. Norton merekomendasikan tips berikut bagi pengguna agar tetap aman di situs jejaring sosial:
  • Jangan berbicara, atau menerima undangan pertemanan dari pengirim yang tidak dikenal di jejaring sosial, IM, forum online, atau dunia maya.
  • Jangan mem-posting alamat rumah, nomor telepon, gambar, atau informasi pribadi lain tentang diri Anda pada situs publik.
  • Pastikan anda memiliki password yang kuat (bukan nama hewan peliharaan, ulang tahun atau alamat) dan tidak memberitahukannya kepada siapa pun.
  • Membuat grup teman, saudara, atau lainnya khusus sub-kelompok teman-teman pada platform jejaring sosial serta berbagi foto, video, dan komentar pada kelompok yang terbatas.
  • Membatasi akses ke profil Anda dari pilihan pencarian dan pastikan Anda menghapus aplikasi yang tidak diinginkan atau membatasi akses orang lain terhadap informasi Anda.
  • Pastikan Anda memilih pengaturan yang paling aman, yaitu https, dan mendapatkan pemberitahuan akses akun dari perangkat baru.
  • Mempertahankan browser up-to-date dan sistem operasi.
  • Menggunakan alat online gratis seperti Norton Safe Web Lite yang memberikan pengalaman pencarian yang lebih aman dengan memperingatkan Anda tentang situs berbahaya tepat pada hasil pencarian, sehingga Anda dapat mencari, browsing, dan berbelanja online tanpa khawatir.

Hacker Kini Lebih Doyan Serang Ponsel Ketimbang PC

Berkembangnya teknologi membuat bentuk dari kejahatan dunia cyber terus berubah. Apabila beberapa waktu lalu para penjahat cyber (hacker) lebih memilih menyerang sistem komputer, kini mereka lebih gemar menyerang perangkat mobile.

"Kejahatan cyber mulai bergerak secara serius ke arah mobile," kata Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate & Director, Asia, pada saat memaparkan hasil laporan tahunan Norton Cybercrime Report, Rabu (10/10/2012).

Menurut hasil dari laporan tersebut, diketahui kalau ada 2 dari 3 orang dewasa yang menggunakan perangkat mobile untuk mengakses dunia maya.

Dari 13.000 responden yang telah diwawancarai, ternyata 31 persen dari pengguna perangkat mobile mengaku menerima pesan singkat dari seseorang yang tidak mereka kenal dan meminta mereka untuk mengklik link yang berbahaya.

"Dua pertiga dari responden tidak menggunakan aplikasi keamanan untuk melindungi perangkat mobile mereka," lanjut Ibrahim. Padahal perangkat mobile saat ini, seperti smartphone, sudah banyak menjadi sasaran para penjahat cyber.

Selain bergerak ke arah mobile, para penjahat cyber masih terus berupaya dalam menyerang situs jejaring sosial.

Lima belas persen responden mengaku bahwa akun situs jejaring sosialnya pernah dibajak oleh seseorang dan berpura-pura menjadi pemilik profil tersebut.

Selain itu, satu dari 10 pengguna jejaring sosial mengatakan bahwa mereka telah menjadi korban scam dan link yang menipu.

Masih berdasarkan laporan Norton, setiap detik 18 orang dewasa telah menjadi korban kejahatan dunia maya yang menghasilkan korban lebih dari satu setengah juta pada tingkat global.

Dalam 12 bulan terakhir, diperkirakan ada 556 juta orang dewasa di seluruh dunia terkena kejahatan dunia maya. Total kerugian rata-rata sebesar 197 dollar AS per korban. Sedangkan, secara keseluruhan, terdapat kerugian sebesar 110 miliar dollar AS per tahun.

Norton Cybercrime Report merupakan laporan tahunan yang meneliti kejahatan yang ada di dunia maya. Tahun ini, terdapat 24 negara yang menjadi responden, meningkat dari jumlah responden tahun lalu sebanyak 20 negara.

Agar terhindar dari masalah di dunia maya, Ibrahim memiliki sebuah tips sederhana, yaitu membuat password e-mail sekompleks mungkin. E-mail merupakan pintu gerbang bagi para penjahat yang mencari informasi pribadi dan perusahaan. Beberapa pengguna menggunakan e-mail untuk menyimpan pekerjaan, foto pribadi, dan laporan bank.

"Lindungi e-mail Anda dengan menggunakan kata sandi yang kompleks dan menggantinya secara bertahap," tutup Ibrahim.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More